Astri Nur Safitri (15332)
RESUME JURNAL
Judul jurnal : Penerapan metode
komunikasi oleh penyuluh pertanian
pada kelompok tani gemah rifah I
Desa Jamur Labu Kecamatan Rantau
Aceh Tamiang
Volume : Volume 2 Nomor 2
Tahun : 2016
Penulis : Kamaruzzaman
Reviewer : Astri Nur Safitri
Tanggal : 17 Oktober 2018
Sektor
pertanian menyumbangkan peran yang besar bagi pembangunan nasional. Namun di
era otonomi daerah ini sektor pertanian terus mengalami kemerosotan. Kebijakan
pertanian yang sering berubah-ubah juga menimbulkan kebingungan bagi semua
kalangan terutama pelaku usaha. Hal ini juga mneyebabkan menurunnya investor
yang mau menanamkan modal jangka panjang disektor pertanian karena adanya
ketidakpastian masa depan usahanya. Pada akhirnya banyak fasilitas-fasilitas
dan infrastruktur di sektor pertanian yang terabaikan.
Permasalahan
lain yang menjadi sorotan dalam penelitian ini yaitu lemahnya pengetahuan dan
kemampuan masyarakat dalam hal akses tekonologi. Hal itu disebabkan karena
latar pendidikan masyarakatnya yang sebagian besar masih rendah. Adanya sumber
daya alam yang melimpah belum diimbangi oleh adanya sumberdaya manusia yang
mumpuni. Pemerintah juga masih terfokus untuk pembangunan fisik sementara
pembangunan sumberdaya manusia sering terabaikan. Hal ini merupakan tantangan tersendiri
bagi para penyuluh pertanian untuk dapat membangun pertanian dan mewujudkan
swasembada pangan dengan cara melakukan inovasi dalam hal metode penyuluhan
yang disesuaikan dengan perkembangan zaman serta menggunakan teknik yang dapat
diterima oleh para petani.
Untuk menyikapi permasalahan dan
fenomena-fenomena yang terjadi, maka
penulis tertarik untuk mengkaji secara ilmiah dalam sebuah penelitian tentang
proses penerapan metode komunikasi yang tepat berhubungan metode penyuluhan
pertanian dan ingin mengetahui faktor-faktor dalam penentuan metode penyuluhan
pada Kelompoktani di Aceh Tamiang khususnya pada Kelompoktani Gemah Rifah I
Desa Jamur Labu Kecamatan Rantau. Adapun fokus penelitian ini adalah penerapan
metode komunikasi penyuluh yang tepat oleh penyuluh pertanian di kelompoktani
Gemah Rifah I dan faktor penentu penerapan metode komunikasi penyuluhan yang
selama ini berlangsung sehingga Kelompoktani Gemah Rifah I berhasil dengan
meraih gelar Kelompoktani kelas Madya. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu melalui wawancara dan observasi sehingga data yang dihasilkan
bersifat kualitatif.
Penerapan
metode penyuluhan di kelompoktani Gemah Rifah I sudah dilaksanakan sedemikian
rupa sehingga sampai saat ini kelompok tani tersebut sudah berhasil. Adapun
metode yang berhasil diidentifikasi yang merupakan proses komunikasi efektif
dalam kelompoktani khususnya di Kelompoktani Gemah Rifah I adalah sebagai
berikut ;
Persiapan
Penyuluhan Kelompoktani Gemah Rifah I
Persiapan
kegiatan penyuluhan di Kelompoktani Gemah Rifah I telah dilaksanakan dengan
pertimbangan berbagai jenis metode penyuluhan yang tepat, efektif, dan efisien
serta dirancang semenarik mungkin. Kegiatan ini juga dilakukan menggunakan alat
bantu dan alat peraga yang menunjang penyuluhan seperti lembaran persiapan
penyuluhan, alat tulis, proyektor, dan peta singkap.
Metode
Penyuluhan Kelompoktani Gemah Rifah I
Metode
pendekatan kelompok dirasa menjadi sebuah indikasi keberhasilan usaha tani
anggota
Kelompoktani
Gemah Rifah I. Dari semua informan yang diwawancarai menjelaskan bahwa metode
yang dominan dilaksanakan oleh PPL adalah pertemuan kelompok rutin. Secara
teknis keterampilan bertani, anggota Kelompoktani ini sudah berhasil. Hal ini
dikarenakan usia Kelompoktani sudah lama dan berbagai macam teknologi pertanian
yang cocok diterapkan dikelompok sudah diberikan dan diterapkan oleh Anggota
Kelompoktani. Temuan penting dalam penelitian ini adalah dimana pada
kelompoktani dengan kelas kelompok tinggi, maka metode penyuluhan dengan
pendekatan kelompok dengan cara pertemuan rutin sangat efektif untuk
pengembangan agribisnis. Peningkatan wawasan agribisnis dan pengetahuan lain
yang didapat dari pendidikan informal dari PPL dan pihak lain dapat
meningkatkan pengembangan usaha taninya.
Faktor Pemilihan
Metode dan konten materi Penyuluhan Kelompoktani Gemah Rifah I
Pemilihan metode dalam penyuluhan harus disesuaikan dengan kondisi norma,
adat istiadat, dan berbagai faktor keragaman lainnya. Pemilihan
metode penyuluhan pertanian dilakukan oleh PPL Kelompok Gemah Rifah I dengan
berbagai pertimbangan sehingga tujuan yang ingin dicapai berhasil. Perkembangan
kemampuan keterampilan anggota kelompoktani Gemah Rifah I juga menjadi
pertimbangan. Yang paling utama model pendidikan penyuluhan adalah pendidikan
orang dewasa secara nonformal maka cara-cara komunikasi persuasif dikedepankan.
Metode
Berdasarkan Pendekatan Perorangan
Metode
penyuluhan pendekatan perorangan dilakukan oleh PPL yang bertugas di
Kelompoktani Gemah Rifah I dengan cara bertemu secara langsung maupun tidak
langsung dengan ketua kelompoktani dan anggota kelompoktani. Namun metode ini
di Kelompoktani Gemah Rifah I jarang digunakan untuk menyampaikan materi
penyuluhan karena jika dilihat dari segi jumlah sasaran yang ingin dicapai,
metode ini kurang efektif karena terbatasnya jangkauan PPL untuk mengunjungi
dan membimbing satu-satu Anggota Kelompoktani. Oleh karena itu metode
pendekatan individu dilaksanakan oleh PPL yang bertugas di kelompoktani Gemah
Rifah I hanya digunakan untuk mendekati orang-orang tertentu seperti ketua
kelompok maupun tokoh desa.
Metode
Berdasarkan Pendekatan Kelompok
Dalam metode
pendekatan kelompok PPL Kelompoktani Gemah Rifah I berhubungan langsung dengan
semua anggota kelompok dalam pertemuan kelompoktani yang dilakukan secara
rutin. Pertemuan kelompoktani dilaksanakan berdasarkan jadwal kerja PPL mengacu
pada jadwal LAKU yang mana jadwal tersebut dibuat melalui hasil kesepakatan
antara PPL dan petani untuk berkumpul.
Metode
Berdasarkan Pendekatan Massal
PPL yang
bertugas di Kelompoktani Gemah Rifah I melaksanakan metode ini tidak begitu
sering. Karena metode ini sedikit membutuhkan dana dalam pengadaan alat dan
medianya. Ditinjau dari segi penyampaian informasi, metode pendekatan massa
cukup baik, namun terbatas hanya dapat menimbulkan kesadaran dan keingintahuan
semata.
Berdasarkan
hasil wawancara dan observasi, dari beberapa metode penyuluhan pertanian metode
pendekatan kelompok dinilai lebih efektif dari pada metode pendekatan
perorangan dan massal. Efektifnya metode pendekatan kelompok dipandang oleh
semua informan karena dalam pertemuan kelompok disana terjadi proses interaksi
komunikasi langsung antara pihak yang terlibat dalam pertemuan kelompok.
Interaksi antara PPL dalam menyampaikan materi dan meperagakan cara perlakuan
teknologi anjuran pemerintah dengan semua anggota kelompoktani. Interaksi juga
terjadi antara sesama anggota kelompok.
KESIMPULAN
1. Proses
penerapan metode penyuluhan pertanian oleh PPL di kelompoktani Gemah Rifah I
dimulai dari persiapan materi penyuluhan di Kelompoktani Gemah Rifah I mengacu
pada kebutuhan lapangan, alat bantu, alat peraga dan media penyuluhan yang
disiapkan PPL berdasarkan minat dan kebutuhan petani sehingga materi yang
disampaikan oleh PPL benar-benar bermanfaat bagi anggota kelompoktani Gemah
Rifah I.
2. Metode
penyuluhan pertanian yang dilaksanakan oleh PPL kelompoktani Gemah Rifah I
mengacu pada proses perubahan kognitif (pengetahuan), perubahan affektif
(sikap), dan perubahan psikomotor (keterampilan). Untuk itu, PPL menggunakan
komunikasi dengan pendekatan kelompok dengan cara pertemuan kelompok secara
rutin.
3. Faktor-faktor
dalam pemilihan metode penyuluh pertanian Kelompoktani Gemah Rifah I yaitu
sebagai berikut:
a. Faktor keadaan petani dan layak secara
teknis, dimana anggota Kelompoktani Gemah Rifah I mempunyai tingkat
pengetahuan, sikap dan keterampilan sangat baik. Anggota kelompoktani Gemah
Rifah I sudah mengikuti penyuluhan dalam waktu yang sangat lama maka metode
penyuluhan disesuaikan dengan perkembangan kelas kelompoktani.
b. Faktor sosial dan agama Petani, dimana
pemilihan materi dan metode penyuluhan yang diterapkan oleh PPL Kelompoktani
Gemah Rifah I dengan menjunjung tinggi norma-norma sosial dan agama setempat.
Sebuah teknologi meskipun sangat bermanfaat dan handal, tetapi jika
bertentangan dengan norma-norma sosial yang ada pada kelompoktani Gemah Rifah I
maka teknologi itu akan dihindari oleh PPL karena dapat menyebabkan
ketidakseimbangan sosial.
Prasetyo Rahmayadi
ReplyDelete17/414743/PN/15324
B1 / 9
Nilai penyuluhan yang terdapat dalam review jurnal ini adalah
1. Sumber teknologi atau ide yang terdapat dalam artikel ini adalah penerapan metode penyuluhan pertanian menggunakan komunikasi dengan pendekatan kelompok dengan cara pertemuan kelompok secara rutin serta penggunaan alat bantu, alat peraga dan media penyuluhan seperti peta singkap untuk memudahkan proses penyuluhan pertanian.
2. Sasaran artikel ini adalah penyuluh pertanian dikarenakan artikel ini berisi contoh ide mengenai metode penyuluhan, penggunaan alat bantu, alat peraga dan media penyuluhan yang terbukti berhasil digunakan sebagai metode komunikasi yang efektif.
3. Manfaat artikel ini adalah bisa dijadikan referensi metode komunikasi yang efektif bagi penyuluh pertanian untuk menyampaikan materi penyuluhan pertanian kepada petani yang memiliki karakteristik seperti kelompok tani Gemah Rifah I.
Nilai berita yang terdapat dalam artikel ini adalah
1. Nilai timelines, karena jurnal yang digunakan ini dibuat pada tahun 2016 dan direview jurnalnya serta dipost kembali pada tanggal 17 Oktober 2018. Artikel ini membahas mengenai metode penyuluhan pertanian yang masih relevan dengan keadan saat ini.
2. Nilai proximity, karena artikel ini bersifat dekat dengan petani dan penyuluh pertanian. Artikel ini membahas mengenai metode komunikasi efektif yang dapat dipergunakan dalam penyuluhan pertanian kepada kelompok tani.
3. Nilai importance, karena didalam artikel ini membahas mengenai metode komunikasi efektif dalam penyuluhan pertanian yang sangat dibutuhkan oleh penyuluh pertanian sebagai referensi pemilihan metode yang tepat untuk melakukan kegiatan penyuluhan.
4. Nilai consequence, karena dalam artikel membahas dan membuktikan bahwa metode komunikasi dengan pendekatan kelompok untuk penyuluhan pertanian serta penggunaan alat bantu dan alat peraga pada kelompok tani Gemah Rifah I merupakan metode yang tepat dan berhasil. Hal tersebut terbukti dengan sikap mandiri dan antusiasme dari kelompok tani tersebut setelah mengikuti prosedur penyuluhan pertanian yang diberikan.
5. Nilai development, karena didalam artikel ini berisi pemaparan mengenai keberhasilan pembangunan pertanian yang beragam di Indonesia. Ada daerah yang telah mengalami kemajuan dalam pembangunan pertanian seperti pada kelompok tani Gemah Rifah I Desa Jamur Labu, Rantau, Aceh dan ada pula daerah yang mengalami hal sebaliknya.